MARDIYANTO

Namaku Mardiyanto, lahir di desa Ajibarang Kulon, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas dikaki gunung Slamet sebelah barat pada tanggal 26 Oktober 1970. Menga...

Selengkapnya

MENGAJAK DENGAN BERBUAT

MENGAJAK DENGAN BERBUAT

Mardiyanto, Banyumas

Isi Perjanjian Hudaibiah dianggap merugikan kaum muslimin sehingga mengecewakan para sahabat dan kaum muslimin saat itu. Setelah ditandatangani perjanjian Hudaibiah maka rosulullah memerintahkan kepada para sahabat agar menyembelih hewan qurban dan mencukur rambut. Perintah ini diucapkan oleh rosulullah sampai 3 kali akan tetapi para sahabat diam saja tidak ada satupun yang bergerak melaksanakanya. Melihat perintahnya diabaikan oleh para sahabat maka rosulullah masuk ke rumah dan mengadu pada Ummu Salamah.

Umu Salamah menyarankan kepada rosulullah agar keluar rumah tanpa berkata dan menyembelih hewan qurban lalu mencukur rambut. Rosulullah kemudian keluar rumah dan memotong hewan qurban lalu meminta tolong pada salah satu sahabat untuk mencukur rambutnya. Melihat rosulullah berbuat seperti itu lalu para sahabat dan seluruh kaum muslim menyembelih hewan qurbanya dan bergantian saling mencukur rambut. Akhirnya perintah menyembelih hewan qurban dan mencukur rambut dilaksanakan oleh seluruh kaum muslimin.

Di Muhammadiyah ketika pengurus, pimpinan AUM ataupun juru dakwah menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran belum tentu umatnya akan mendengarkan dan melaksanakanya. Akan tetapi jika kita keluar dari rumah dan melaksanakan amalan-amalan kebajikan maka inilah dakwah yang sesungguhnya. Orang-orang akan melihat perbuatan yang harus dilakukan dan mungkin merka akan meniru atau mengikutinya. Kalaupun orang tidak mengikuti langkah-langkah kita, tidak perlu bersedih karena pahala sudah mengalir pada kita. Dan ketika kita berbuat baik maka orangpun akan bersikap baik, sebaliknya kalu kita berbuat jelek maka balasan orang lain pun jelek.

Dalam QS Al Isra ayat 7 Allah sudah mengingatkan pada kita :

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,

Peristiwa besar ini mengajarkan pada kita sebagai pendakwah, berdakwah itu tidak hanya berbicara dan menyuruh orang lain tapi berbuatlah. Rosulullah yang setiap kata selalu diikuti dengan Sami’na wa atho’na oleh para sahabat, ketika suasananya tidak cocok saja bisa diabaikan. Bagaimana dengan kita, Maka berbuat adalah dakwah yang paling mengena. Bukan berarti berdakwah dengan kata-kata tidak penting. Menyeru kebaikan apapun caranya adalah dakwah. Termasuk dakwah literasi yaitu menyeru kepada kebaikan melalui tulisan jangkauanya lebih luas. Tugas kita adalah berdakwah sedangkan hidayah adalah hak Allah sepenuhnya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali